Wednesday, 31 August 2016

Volkswagen Juga Kena Hukuman di Italia

Masalah mobil bermesin diesel Volkswagen belum tuntas. Setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan yang sudah memberi sanksi, kini giliran Italia.



Automotive News, Senin (8/8/2016), melaporkan, regulator perdagangan di Italia menyatakan menghukum denda Volkswagen 5 juta euro atau Rp 72,8 miliar karena memberikan informasi yang salah kepada konsumen terkait emisi mobil diesel.

Sama seperti di negara lain, tuntutan buat Volkswagen karena memasang perangkat khusus pada mobil diesel yang membuat emisinya lebih rendah saat pengujian. Setelah dipakai konsumen ternyata kadarnya tidak sesuai. AS yang pertama kali membongkar kasus ini dan Volkswagen sudah mengakuinya.

Denda dari Italia tergolong lunak jika dibandingkan hukuman yang baru saja dijatuhkan Korea Selatan, yakni 16 juta dollar AS (Rp 210 miliar). Akan tetapi Korea Selatan masih belum apa-apa ketimbang AS yang memaksa Volkswagen membayar denda hampir 15 miliar dollar AS (Rp 196 triliun).

Hebatnya Volkswagen, kendati banyak masalah, tetap bisa mempertahankan penjualan globalnya. Bahkan, perusahaan asal Jerman ini masih tercatat sebagai produsen otomotif terbesar di dunia, periode Januari – Juli 2016, dengan 5,12 juta unit mobil.

Thursday, 25 August 2016

Hiasan Kap Mesin Ini Seharga "Mobil Murah"

Rolls-Royce merupakan merek yang enggan bersanding dengan produsen lain di dunia. Kasta mobil yang dijual perusahaan asal Inggris itu dianggap dewa oleh sebagian penggemar, bersaing dengan rumah mewah atau bahkan kapal pesiar.



Semua elemen pada Rolls-Royce dibuat super-mewah. Salah satu contohnya, adalah ornamen atau hiasan yang ada pada kap mesin berupa patung wanita yang menunduk sambil mengibaskan tangannya ke belakang atau yang dikenal dengan nama The Spirit of Ecstasy.

Fitur yang ada di semua Rolls-Royce sejak 1920 itu paling standar dibuat dari stainless steel.  Namun bisa juga patung setinggi sekitar 3 inci dipesan berlapis emas 24 karat atau kristal.


Aditya Maulana, KompasOtomotif
Rolls-Royce Phantom Drophead Coupe yang mendapatkan sentuhan Bespoke.
Carscoops, Selasa (9/8/2016), menyampaikan, beberapa contohnya bisa seharga 10.000 dollar Amerika Serikat atau Rp 131,3 juta. Hanya ornamen saja banderolnya sudah selevel "mobil murah' di Indonesia.
Harga segitu sudah pasti menggoda pencuri, apalagi posisinya sebagai eksterior jadi seakan tidak punya perlindungan. Hal itu disadari Rolls-Royce, sejak model Phantom 2003 ornamen itu punya mekanisme keamanan.

Jika saja mendapat sentuhan atau benturan mekanisme pegas akan menarik patung itu ke dalam mobil, membuatnya mustahil untuk dicuri.

Saturday, 20 August 2016

Mengenal Sebutan “Produk Dalam Negeri”

 Istilah “Produk dalam Negeri” kerap kali didengar atau ditemukan di beberapa momen. Lebih dari itu, setiap negara bahkan menganjurkan masyarakatnya untuk lebih memilih produk dalam negeri ketimbang barang impor.



Namun apa maksud dari produk dalan negeri sendiri?

Di dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 16 tahun 2011 Bab 1 pasal 1 bahwa disebut sebagai produk dalam negeri, ketika sebuah barang atau jasa, termasuk rancang bangun dan perekayasaan, yang diproduksi atau dikerjakan oleh perusahaan yang berinvestasi dan berproduksi di Indonesia.

Meskipun dalam proses produksinya atau pengerjaannya dimungkinkan menggunakan bahan baku/komponen yang didatangkan dari luar negeri, atau impor. Baru setelah itu, produk dalam negeri ini kemudian dihitung berapa tingkat kandungan dalam negerinya (TKDN) , yang berupa barang, jasa (pekerja) dan alat kerja.

“Suatu produk dikatakan memiliki kandungan lokal apabila ada nilai tambah bagi dalam negeri. Meski material impor tetapi proses pengerjaannya melibatkan tenaga kerja dan alat kerja dari dalam negeri, masih bisa dikatagorikan memiliki nilai TKDN,” ujar I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian kepada KompasOtomotif, Senin (8/8/2016).

Tentu saja, semakin tinggi tingkat kandungan lokalnya, akan semakin menguntungkan masyarakat Indonesia. Apalagi jika produk tersebut sangat diminati di pasaran, khususnya pada industri otomotif roda empat, roda dua, maupun after market dan lainnya.

Jadi kapan mulai mempertimbangkan “Produk dalam Negeri”untuk dibeli?

Thursday, 18 August 2016

Nissan Dekati Masyarakat Aceh

Diler dengan fasilitas sales, service dan sparepat (3S) Nissan resmi beroperasi di Nangroe Aceh Darussalam, di mana bekerja sama dengan PT Wahana Wirawan, Selasa (9/8/2016). Jaringan baru ini semakin memperkuat bisinis penjualan mobil Nissan di Indonesia.



Shinkichi Izumi, Vice President Director NMI mengatakan, ini merupakan bentuk nyata dari keseriusan Nissan, dalam memperlebar jaringan penjualan.

“Pembukaan outlet baru ini merupakan komitmen kami untuk terus memperluas jaringan penjualan dan purna jual Nissan dan Datsun di seluruh Indonesia, salah satunya di Banda Aceh dan sekitarnya. Kami berterima kasih kepada partner kami,” ujar Izumi dalam siaran resmi, Selasa (9/8/2016).

Susilo Dharmawan, CEO PT Wahana Wirawan mengatakan kalau pihaknya bisa menjadi duta Nissan yang terbaik. ”Saya berharap Nissan dan Datsun dapat semakin berkembang di Aceh, dan ikut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah ini. Sebagian karyawan kami merupakan putra daerah setempat,” tutur Susilo.

Diler Nissan – Datsun Aceh ini menjadi diler yang ke 120, yang dimiliki oleh NMI. Jaringan baru Nissan ini dibangun di atas tanah seluas 5.572 meter persegi dan dengan luas bangunan 1.477,5 meter persegi. Outlet ini cukup untuk memajang 7 unit mobil (5 Nissan dan 2 Datsun) dan dilengkapi dengan fasilitas bengkel berkapasitas 6 work bay, tempat pencucian, dan spareparts counter.

Lokasi Outlet Nissan – Datsun berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Gampong Lempeuneurut Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Guna memberikan kenyamanan bagi pelanggan, diler Nissan-Datsun Aceh juga dilengkapi dengan free Wifi, Kids Corner, free snack dan fasilitas lainnya.

Mengapa Isuzu Panther Masih Eksis?

Digempur kanan-kiri dengan beragam model yang berwarna-warni, Isuzu Panther masih saja bertahan dengan bekal lamanya. Model hasil pengembangan Isuzu Indonesia itu masih eksis, meski usianya tak lagi muda.



Lahir pada 1991 sebagai generasi pertama, Panther mendapat beberapa kali penyegaran, dan terakhir sembilan tahun lalu. Tampang ”begitu-begitu” saja, toh PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) masih menjadikannya sebagai salah satu anak emas.

”Kami memang sangat bangga dengan Panther, karena ini produk fenomenal. Beberapa hari ini saya bertemu dengan banyak konsumen Panther yang gonta-ganti model hanya untuk memperbarui tahun pembuatannya saja,” kata Joen Boediputra, Direktur Pemasaran IAMI, (8/8/2016).

Lalu, apa alasan orang masih memilih Panther? Banyak jawaban. Setidaknya Joen memberi gambaran sedikit. Dia bilang, di sela peluncuran D-Max dan mu-X terbaru, di Jakarta, salah satu alasan adalah perawatan yang mudah dan durability yang terbukti.

”Pembeli Panther kebanyakan orang yang memperhatikan kegunaan dengan mobilitas yang tinggi, tidak concern dari sisi penampilan. Saya juga dibisiki beberapa konsumen, bahwa Panther ini adalah MPV yang harga bekasnya paling enggak jatuh,” ucap Joen.

Sampai saat ini, IAMI masih menjual Panther ratusan unit per bulan. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada semeter pertema, Panther terjual 650-an unit, gabungan dari model Touring dan seri lain.

Jika ditambah dengan pikap, angkanya bertambah 769 unit. Rata-rata Panther versi MPV masih dicari seratusan orang per bulan. Sampai kapan Panther bertahan? KompasOtomotif akan bahas dalam artikel lain.

Honda Mulai Kokoh Jadi Penguasa Sport

Di tengah melemahnya pasar sepeda motor, PT Astra Honda Motor (AHM) mencatatkan pertumbuhan penjualan signifikan di segmen sport hingga 130,8 persen pada Juli 2016, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.



Angka Itu diraih setelah Honda membukukan penjualan 22.793 unit bulan lalu. Lonjakan ini semakin mengukuhkan kepemimpinan mereka di segmen motor sport Tanah Air.

Berdasarkan data yang diolah dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), pada bulan Juli 2016 penjualan sepeda motor nasional 305.153 unit  atau turun 27,7 persen dibandingkan Juli 2015 sebesar 421.838 unit.

Melemahnya pasar motor nasional ini terjadi di semua segmen termasuk segmen motor sport yang turun 1,3 persen dari 48.059 unit pada Juli 2015 menjadi 47.427 unit pada Juli 2016.

Dalam kondisi pelemahan itu, AHM menggenjot penjualannya di segmen motor sport secara signifikan.

Penerimaan masyarakat yang tinggi terhadap All New CB150R StreetFire menjadikan model ini sebagai produk terlaris motor sport Honda pada Juli 2016 dengan penjualan sebesar 12.879 unit.

Performa ini diikuti model-model sport Honda lainnya yaitu CBR series yang terjual 5.555 unit, Verza 4.058 unit, MegaPro 300 unit.

Melalui penjualan jajaran motor sport Honda ini, AHM semakin mengukuhkan penguasaan pangsa pasar di segmen motor sport sebesar 48,1 persen.

GM Divisi Penjualan AHM Thomas Wijaya mengatakan dalam siaran resmi (10/8/2016), bahwa lonjakan penjualan serta kepemimpinan AHM di segmen motor sport yang telah dicetak sejak lima bulan terakhir tahun ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan pada produk sport Honda.

”Melemahnya daya beli masyarakat serta hari kerja yang lebih sedikit menjadi salah satu faktor penurunan penjualan pada bulan lalu. Kendati demikian, segmen sport Honda mampu mempertahankan pertumbuhan hingga melonjak lebih dari 2 kali lipat dibandingkan bulan yang sama tahun lalu,” kata Thomas.

Honda semakin menegaskan posisinya di segmen ini dengan meluncurkan berbagai model penggoda. Tak hanya CB150R Streetfire yang jadi primadona, karena AHM punya banyak amunisi baru termasuk CBR150R dan CBR250RR.